Kamis, 18 Oktober 2012

Syarat Lokasi Budidaya Ikan Mas

Syarat Lokasi Budidaya Ikan Mas -Budidaya Petani. Beberapa tips utk memilih Lokasi Budidaya Ikan Mas antara lain:
  • Kemiringan tanah yg baik utk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% utk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  • Tanah yg baik utk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yg besar & tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  • Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
  • Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, & sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yg mengalir sangat baik bagi pertumbuhan & perkembangan fisik ikan mas. Debit air utk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan utk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m³.
  • Kualitas air utk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh & tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, & minyak/limbah pabrik.
  • Suhu air yg baik berkisar antara 20-25°C.
  • Keasaman air (pH) yg baik adalah antara 7-8.
 Kata Kunci: Ikan Mas, Budidaya Ikan Mas, Syarat Lokasi Budidaya Ikan Mas

Ciri-Ciri Strain Ikan Mas

Ciri-Ciri Strain Ikan Mas-Budidaya Petani. Ciri-Ciri Strain Ikan Mas adalah sebagai berikut:

  • Ikan mas punten: potongan badan paling pendek; sisik berwarna hijau gelap; mata agak menonjol; gerakannya gesit; bagian punggung tinggi melebar; perbandingan antara panjang badan & tinggi badan antara 2,3:1.
  • Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; badan relatif panjang;  gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.
  • Ikan mas majalaya: punggung tinggi; badannya relatif pendek; sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.
  • Ikan mas taiwan: badan relatif panjang; penampang punggung membulat; sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit & aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.
  • Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang & bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, taishusanshoku nshikigoi & long tail taishusanshoku nishikigoi. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yg banyak dibudidayakan.
Kata Kunci : Budidaya Ikan Mas, Ciri-Ciri Strain Ikan Mas, Ikan mas punten, Ikan mas si nyonya, kan mas majalaya, Ikan mas taiwan, Ikan mas koi


    Cara Download File


    Harap maklum kepada pembaca karena agak muter downloadnya, ini semua untuk perkembangan blog yang saya kelola. Dan juga jangan kapok datang kemari ya, hehehe
    Berikut cara mendownload file di Download Area;

    A. Tombol Like Facebook
    1. Lihat gambar Jempol besar, lau klik 'like'. Kalau sebelumnya sudah pernah klik, maka 'unlike' dahulu.
    2. Setelah itu akan muncul tombol 'konfirmasi', klik saja

    3. Klik 'suka'

     4. Setelah itu akan muncul tombol download sebenarnya.
    B. Tombol Follow Twitter
         Klik aja tombol follow, nanti keluar link download nya

    C. Gambar Tombol 'Download'
         Klik saja gambar-gambar seperti di bawah ini, maka akan menuju link downloadnya

    Kamis, 04 Oktober 2012

    Ayam Kampung: Beternak Ayam Kampung/ Buras

    Cara Beternak Ayam Buras/ Kampung - Budidaya Petani. Di Indonesia perkembangan ayam buras/ bukan ras atau lebih dikenal dgn sebutan ayam kampung berkembang pesat telah banyak dipelihara atau diternak oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum.

    Dgn pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg & betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yg intensif pada ayam buras, dpt meningkatkan produksi telur & daging, dpt mencegah wabah penyakit & memudahkan tata laksana.
    Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan & pencegahan penyakit.
    Ciri-ciri bibit yg baik :
    1. Ayam jantan
      • Badan kuat & panjang.
      • Tulang supit rapat.
      • Sayap kuat & bulu-bulunya teratur rapih.
      • Paruh bersih.
      • Mata jernih.
      • Kaki & kuku bersih, sisik-sisik teratur.
      • Terdpt taji.
    2. Ayam betina (petelur) yg baik
      • Kepala halus.
      • Matanya terang/jernih.
      • Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
      • Paruh pendek & kuat.
      • Jengger & pial halus.
      • Badannya cukup besar & perutnya luas.
      • Jarak antara tulang dada & tulang belakang ± 4 jari.
      • Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.
    Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :
    1. Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas & mencari pakan sendiri).
    2. Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
    3. Intensif (ayam dikandangkan & diberi pakan).
    Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu :
    1. Pemeliharaan anak ayam (starter) : 0 - 6 minggu, dimana anak ayam sepenuhnya diserahkan kpd induk atau induk buatan.
    2. Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 - 20 minggu.
    3. Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir ( 2 tahun).
    Utk memperoleh telur tetas yg baik, diperlukan 1 (satu) ekor pejantan melayani 9 (sembilan) ekor betina, sedangkan utk menghasilkan telur konsumsi, pejantan tidak diperlukan.
    Fungsi kandang yaitu :
    1. Utk tempat berteduh dari panas & hujan.
    2. Sbg tempat bermalam.
    3. Utk memudahkan tata laksana.
    1. Cukup mendpt sinar matahari.
    2. Cukup mendpt angin atau udara segar.
    3. Jauh dari kediaman rumah sendiri.
    4. Bersih.
    5. Sesuai kebutuhan (umur & keadannya).
    6. Kepadatan yg sesuai.
    7. Kandang dibuat dari bahan yg murah, mudah didpt & tahan lama.
    Kepadatan kandang :
    1. Anak ayam beserta induk : 1 - 2 m 2 utk 20 - 25 ekor anak ayam & 1 - 2 induk.
    2. Ayam dara 1 m 2 utk 14 - 16 ekor.
    3. Ayam masa bertelur, 1 - 2 m 2 utk 6 ekor & pejantan 1 ekor.
    Zat-zat makanan yg dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral & air. Adapun konsumsi pakan adalah sbg berikut :
    • Anak ayam dara 15 gram/hari
    • Minggu I-III 30 gram/hari
    • Minggu III-V 60 gram/hari
    • Minggu VI sampai menjelang bertelur 80 gram/hari
    • Induk 100 gram/hari
    Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi & sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat.
    1. ND = Necastle Desease = Tetelo
      Pencegahan: lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4 minggu & 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.
    2. Cacingan
      Pencegahan : hindarkan pemeliharaan tradisional.
    3. CRD (pernafasan)
      Pengobatan : Chlortetacyclin (dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin (dosis 800 -1000 gr/ton ransum).
    4. Berak Darah
      Pengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dlm air minum, dosis 0,012 -0,024% utk 3 - 5 hari.
    5. Pilek
      Pengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dlm air minum selama 5 -7 hari.
    6. Cacar
      Pencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk. 
    1. PEDOMAN TEKNIS
      1. Calon induk betina:
        • sehat & tidak cacat
        • lincah & gesit
        • mata bening & bulat
        • rongga perut elastis
        • tidak mempunyai sifat kanibal
        • bebas dari penyakit
        • umur 5 - 12 bulan.
      2. Calon pejantan:
        • sehat & tidak cacat
        • penampilan tegap
        • bulu halus & mengkilap
        • tidak mempunyai sifat kanibal
        • umur 8 - 24 bulan.
          Jumlah induk & pejantan disesuaikan dgn kondisi & umurnya antara 8 - 10 : 1
    1. KELUARAN
      Sangkar tetas dgn hasil daya tetas tinggi.
    2. BAHAN
      Bambu, kawat, paku, rumput kering.
    3. ALAT
      Gergaji, pisau serut, palu, tang, dll.
    4. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM MAMPUNG
      • Sangkar penetasan dibuat dari bambu berbentuk kerucut dgn suhu penetasan dlm sangkar pengeraman cukup baik.
      • Cara pembuatan:
          1. Potong bambu berdiameter 25 - 50 cm sepanjang 125 cm, 1/3 bagian harus berada di atas ruas sedangkan yg 2/3 bagiannya sbg tiang penyangga.
          2. satu pertiga dari bambu bagian atas dibelah-belah kecil ( 1-1,5 cm), dihaluskan, kemudian dianyam dgn belahan bambu tipis, dimulai dari bagian ujung bawah belahan bambu, sehingga berbentuk kerucut.
          3. Bagian ujung paling atas diikat dgn kawat tali, agar ayaman tidak lepas.
          4. Sangkar diletakkan di tempat yg aman & jauh dari keramaian & terhindar dari gangguan hewan liar.
          5. Bagian bawah sangkar dialasi dgn rumput kering, yg merupakan alas/tempat diletakkannya telur & sekaligus sbg tempat penetasan.
      • Sangkar penetasan kerucut ini menghasilkan daya tetas telur 77,37 %, kematian embriyo 16,64 %, suhu maksimum 102,3°C & suhu minimum 83,5°C.

      Kata Terkait: harga ayam kampung, peluang peternakan, peluang usaha peternakan, peternakan ayam kampung, cara beternak ayam pedaging, beternak ayam kampung, kandang ayam kampung, doc ayam kampung, ayam kampung doc, pakan ayam kampung, budidaya ayam arab, budidaya ternak ayam kampung, cara budidaya ayam pedaging, budidaya ayam kampung, cara budidaya ayam kampung, ternak ayam telur, ternak ayam kampong, usaha ternak ayam kampung, ternak ayam kampung, cara ternak ayam kampung.

       Artikel Lainnya:

      Ciri-Ciri Bibit Ayam Kampung Berkualitas

      Ciri-Ciri Bibit Ayam Kampung/ Buras Yang Baik Kualitasnya - Budidaya Petani. Bibit ayam buras yang baik merupakan modal awal  supaya nantinya mendapatkan hasil yang bagus pula. Adapun ciri-ciri ayam buras yang berkualitas baik adalah sbb :
      A. Ayam kampung betina (petelur) yg baik
      • Kepala halus.
      • Matanya terang/jernih..
      • Badannya cukup besar & perutnya luas.
      • Jarak antara tulang dada & tulang belakang ± 4 jari.
      • Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.
      • Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
      • Paruh pendek & kuat.
      • Jengger & pial halus
      B. Ayam jantan
      • Paruh bersih.
      • Mata jernih.
      • Kaki & kuku bersih, sisik-sisik teratur.
      • Badan kuat & panjang.
      • Tulang supit rapat.
      • Sayap kuat & bulu-bulunya teratur rapih.
      • Terdpt taji.

      Ayam Kampung: Tata Cara Pemberian Pakan Ayam Kampung/ Buras

      Pemberian Pakan Ayam Kampung/ Buras - Budidaya Petani. Dalam beternak ayam kampung tidak terlepas yang namanya pakan. Zat-zat makanan yg dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral & air. Beberapa tips atau aturan yang biasa dipakai dalam pemberian pakan ayam kampung adalah sbg berikut :
      • Anak ayam dara 15 gram/hari
      • Minggu I-III 30 gram/hari
      • Minggu III-V 60 gram/hari
      • Minggu VI sampai menjelang bertelur 80 gram/hari
      • Induk 100 gram/hari
      Pemberian pakan ayam kampung adalah sehari dua kali, yaitu pagi & sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat.

      Ayam Kampung: Kandang Ayam Kampung/ Buras

      Kandang Ayam Kampung/ Buras - Budidaya Petani. Untuk beternak ayam buras tentunya tidak terlepas dari yang namanya kandang. Dalam membuat Kandang ayam Buras ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
      Fungsi Kandang Ayam Kampung yaitu :

       > Utk tempat berteduh dari panas & hujan.
       > Sbg tempat bermalam.
       > Utk memudahkan tata laksana.

      Syarat Kandang Ayam Kampung Yang Baik, yaitu :

       > Bersih.
       > Sesuai kebutuhan (umur & keadannya).
       >  Cukup mendpt sinar matahari.
       > Cukup mendpt angin atau udara segar.
       > Jauh dari kediaman rumah sendiri.
       > Kepadatan yg sesuai.
       > Kandang dibuat dari bahan yg murah, mudah didpt & tahan lama.

      Kepadatan Kandang Ayam Kampung :

       > Anak ayam kampung/ buras beserta induknya : 1 - 2 m 2 utk 20 - 25 ekor anak ayam & 1 - 2 induk.
       > Ayam dara 1 m 2 utk 14 - 16 ekor.
       > Ayam masa bertelur, 1 - 2 m 2 utk 6 ekor & pejantan 1 ekor.